PENGERTIAN LEVERAGE

PENGERTIAN LEVERAGE

Jumat, 22 Jan 2021
"Pakai Leverage tinggi saja sampai 1:3000 supaya bisa buka banyak posisi"

"Kurangi resiko dengan pakai Leverage 1:500 saja, leverage terlalu tinggi bahaya"

Ketika anda membuka akun trading di suatu broker, anda akan dihadapkan pada pilihan Leverage. Sebenarnya apa itu LEVERAGE dan apa pengaruhnya ?

APA ITU LEVERAGE FOREX?

Secara umum Leverage adalah dana pinjaman yang diberikan oleh broker anda dengan tujuan memperbesar kekuatan modal anda sehingga anda bisa membuka posisi yang lebih besar dengan dana yang kecil. Leverage juga menjadi salah satu faktor penarik bagi trading forex karena dengan adanya Leverage anda tidak perlu memiliki dana besar dan bahkan beberapa broker memungkinkan anda untuk memulai trading dengan dana sekecil $5

APLIKASI LEVERAGE DALAM TRADING FOREX

Jika transaksi forex dilakukan tanpa leverage, maka modal yang diperlukan agar dapat bertransaksi harus sama besarnya dengan nilai contract-size yang berlaku.

Contract-size untuk setiap transaksi forex sendiri nilainya sebesar $100,000 (seratus ribu Dolar). Di sini lah peran utama sekaligus keuntungan dari leverage. Misalnya, dengan menggunakan leverage 1:100 untuk melakukan transaksi dengan contract size senilai $100,000, Anda hanya perlu mengeluarkan modal sebesar $1,000 saja (yang disebut dengan margin).

Dalam trading forex, leverage biasanya ditampilkan dalam bentuk proporsi tertentu, misalnya:

1:25 (satu banding dua puluh lima)

1:50 (satu banding lima puluh)

1:100 (satu banding seratus)

1:200 (satu banding dua ratus)

1:400 (satu banding empat ratus)

1:1000, dan seterusnya.

Contoh :

Apabila anda ingin membuka posisi 1 lot EURUSD, maka anda dapat melihat perbandingan antara Leverage dan Margin Requirement (Margin yang dibutuhkan untuk membuka 1 posisi) :
PENGERTIAN LEVERAGE
Dapat dilihat diatas bahwa semakin tinggi leverage yang anda gunakan kebutuhan margin semakin kecil, namun di sisi lain resiko yang ada juga semakin besar.

JENIS LEVERAGE FOREX

Ada dua jenis leverage yang perlu Anda ketahui yaitu:

Margin leverage, dan Real leverage.

Pada dasarnya, trading menggunakan leverage dapat diartikan seperti Anda meminjam uang sementara pada perusahaan broker dalam besaran nominal tertentu dengan memberikan jaminan dalam jumlah kecil di mana besarannya proporsional dengan pinjaman yang didapat. Jaminan inilah yang sering disebut sebagai Margin.

Margin Leverage

Semakin besar leverage yang digunakan, maka margin (uang jaminan) yang diperlukan pun menjadi semakin kecil. Berikut perhitungannya:

Margin yang diperlukan = Leverage x Nilai transaksi

Agar lebih mudah dipahami, mari kembali ke contoh sebelumnya di mana Anda menggunakan leverage 1:100 dan mengeluarkan modal (margin) sebesar $1,000 untuk melakukan transaksi dengan contract size senilai $100,000.

Meskipun hanya mempunyai $1,000, Anda masih dapat melakukan transaksi senilai $100,000 karena modal yang dibutuhkan hanya $1,000.

Artinya, modal trading yang Anda butuhkan hanya 1% nya saja dari nilai transaksi sesungguhnya. Leverage sebesar 1:100 inilah yang disebut dengan "margin leverage".

Satu hal yang perlu diperhatikan di sini, leverage forex hanya akan mempengaruhi besarnya kekuatan dana yang dapat digunakan, dan tidak berpengaruh pada besarnya profit maupun loss.

Leverage hanya akan mempengaruhi besarnya margin forex saja, yang nantinya akan menentukan besaran modal minimal yang dibutuhkan untuk membuka dan menahan posisi.

Real Leverage

Cukup mudah untuk Anda bisa mengetahui real leverage. Memahami real leverage dalam forex trading jauh lebih penting dibanding margin leverage.

Caranya cukup mudah, Anda tinggal membagi total nilai transaksi dari posisi terbuka yang dimiliki dengan total modal yang dimiliki.

Anda memiliki modal dalam akun trading sebesar $10,000. Pada saat itu, Anda membuka posisi sebanyak 1 lot standar yang senilai dengan $100,000.

Dalam kondisi tersebut, artinya Anda melakukan transaksi dengan leverage 10 kali lebih besar dibanding modal yang dimiliki (100.000 dibagi 10.000).

Jika Anda membuka posisi sebesar 2 lot standar (senilai $200,000), maka leveragenya 20 kali lebih besar dibanding modal yang Anda miliki.

Dalam forex trading, trader senantiasa memantau pergerakan harga dalam satuan pip. Pergerakan satu pip merupakan pergerakan desimal ke-5 atau ke-3 dari harga yang dipantau.

Namun, pergerakan pip tersebut hanyalah senilai sepersekian sen. Hal ini tergantung pada currency pair atau strategi forex yang diterapkan.

Sebagai ilustrasi, jika Anda melihat pergerakan harga pada EUR/USD dari 1.13000 ke 1.14000 (sejauh 1000 pips), sebenarnya harga hanya bergerak sebesar 1 sen saja.

Itulah sebabnya untuk dapat memperoleh keuntungan yang lebih "cepat", Anda harus melakukan transaksi dalam jumlah besar agar pergerakan setiap pip bisa memberikan efek yang signifikan.

Anda tidak bisa menentukan margin leverage karena bursa sudah menentukan besarannya. Adapun yang dapat dikelola dengan leluasa adalah real leveragenya di mana Anda bisa menyesuaikannya berdasarkan style trading dan trading plan yang dimiliki.

RESIKO LEVERAGE

PENGERTIAN LEVERAGE
Real leverage berpotensi memperbesar keuntungan yang diperoleh dari tiap pergerakan pip. Namun di saat yang sama juga, leverage berpotensi memperbesar kerugian yang mungkin diderita.

Intinya, semakin besar leverage yang digunakan maka semakin besar risiko yang membayangi. Meskipun tidak secara langsung berkaitan dengan margin leverage, namun besarnya margin leverage juga bisa menyebabkan hal yang sama.

Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat perhitungan real leverage berikut ini:

Trader A dan Trader B sama-sama memiliki modal sebesar $10,000. Keduanya juga sama-sama melakukan transaksi dengan membuka posisi sell di pair yang sama.

Trader A membuka posisi sebesar 5 lot standar, yang senilai dengan $500,000. Itu artinya, ia menggunakan real leverage sebesar 50 kali lebih besar daripada modalnya.

Jika trader A mengalami kerugian sebesar 1000 pips (asumsi 1 pip = $1), maka itu artinya ia mengalami kerugian sebesar $5,000. Kerugian ini berarti sebesar 50% dari modal awalnya.

lalu, bagaimana dengan trader B?

Trader B membuka posisi sebesar 1 lot standar, yang artinya senilai dengan $10,000. Dengan kata lain, real leverage yang diterapkannya hanya sebesar 1 kali dari modal.

Jika trader B mengalami kerugian 1000 pips (asumsi 1 pip = $1), maka itu artinya ia hanya mengalami kerugian sebesar $1,000 atau hanya 10% dari modal yang dimiliki.

LEVERAGE DAN STOP OUT PADA FOREX

PENGERTIAN LEVERAGE
Automatic liquidation position atau sering disingkat dengan autocut atau Stop Out adalah likuidasi yang dilakukan secara otomatis oleh sistem trading forex online ketika jumlah equity nasabah sudah dianggap tidak mampu lagi menahan pergerakan harga atas posisi yang terbuka.

Posisi terbuka Anda akan dilikuidasi secara paksa oleh sistem jika kerugian yang Anda derita sudah cukup besar sehingga membuat margin level berada di angka kurang dari atau sama dengan 20%. Mari perhatikan simulasi dibawah ini untuk memberikan gambaran tentang Stop Out.

Trader A menggunakan margin leverage 1:100, sementara trader B menggunakan margin leverage 1:50. Keduanya sama-sama membuka posisi buy sebesar 1 lot standar.

Dengan demikian, trader A membutuhkan modal transaksi sebesar $1,000 sementara trader B membutuhkan $2,000.

Asumsikan kedua trader ini mengalami kerugian sebesar 1000 pips, yang berarti sebesar $1,000 (dengan asumsi 1 pip = $1).

Dengan demikian, trader A mengalami kerugian sebesar 100% dibandingkan dengan modalnya, sementara trader B hanya mengalami kerugian sebesar 50% dari modalnya.

Jika pada saat itu trader A mengalami Stop Out, maka sisa dana yang dimiliki hanya sebanyak $200 (20% dari margin requirement). Sementara itu, jika trader B mengalami Stop Out, maka sisa modal yang dimiliki sebesar $400

Demikian ulasan bermanfaat terkait leverage.

Selain ulasan tersebut, Anda juga dapat memperoleh berita, analisa, dan edukasi forex di Dullesworldtrade. Website ini menyediakan beragam ulasan dan informasi terkait istilah-istilah dalam forex, termasuk margin call, scalping, swing trading, dan sebagainya.

"Kalau kena STOP OUT artinya berakhir cerita trading kit...

Spread adalah selisih antara harga jual (bid) dan nilai beli...

CFD adalah kegiatan perdagangan kontrak derivatif CFD atau C...

Intraday trading atau juga disebut sebagai day trading merup...

Dalam trading, candlestick chart digunakan banyak trader unt...

Send Message