Apakah Anda ingin menggunakan Halaman Cepat Hemat Data?

Tekan tombol hijau untuk pindah ke halaman cepat hemat data

Mengendal Indikator RSI (Relative Strength Index) dalam Trading

Mengendal Indikator RSI (Relative Strength Index) dalam Trading

Kamis, 21 Jan 2021
RSI atau Relative Strength Index adalah indikator yang memiliki kegunaan hampir sama dengan indikator stochastic yaitu menunjukkan kondisi pasar yang sedang overbought atau oversold.
Mengendal Indikator RSI (Relative Strength Index) dalam Trading

Indikator ini memiliki skala 0-100, dengan keterangan di atas skala 70 menunjukkan pasar dalam overbought dan di bawah skala 30 menunjukkan pasar dalam kondisi oversold. RSI ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi kemungkinan pergantian arah trend dengan mengalami divergensi terhadap pergerakan harga.

Trading dengan menggunakan indikator RSI

Mengendal Indikator RSI (Relative Strength Index) dalam Trading
Indikator RSI dapat digunakan seperti stochastic untuk menentukan posisi potensial di atas (top) atau di bawah (bottom), tergantung kondisi pasar.

Sebagai contoh, jika terdapat oversold EUR/USD dalam time frame 4 jam. EUR/USD yang telah mengalami penurunan sekitar 400 pips selama 2 pekan, diperdagangkan di bawah 1.2000.

Maka, RSI menunjukkan penurunan di bawah skala 30, menunjukkan tak ada penjual yang tersisa di pasar dan pergerakan harga turun akan segera berakhir.

Sehingga beberapa saat kemudian pergerakan harga berbalik dan meninggalkan posisi bottom menuju ke atas membentuk pola uptrend untuk beberapa minggu.

Namun demikian, ada 3 tips penting dalam trading dengan RSI yang perlu diperhatikan:

a. Pada keadaan trend kuat, abaikan overbought dan oversold indikator RSI.

Saat harga bergerak trending kuat dalam jangka waktu yang relatif panjang, maka metode entry dengan mengandalkan overbought dan oversold indikator RSI tak lagi akurat.

Sebagai solusi, sebelum mengatasi indikator RSi sebaiknya trader melihat indikator trend terlebih dahulu, seperti MACD, Bollinger Bands, dan ADX.

b. Memperhatikan level 50 pada indikator RSI (center line).

Semua indikator dengan tipe oscillator memiliki level tengah atau disebut dengan center line, biasanya berada pada level 50 atau 50%. Center line menunjukkan momentum pergantian arah pergerakan harga ketika terjadi retracement atau bahkan saat terjadi pergantian arah trend.

Center line dari indikator RSI bisa digunakan sebagai sinyal atau isyarat untuk melakukan aksi buy atau sell. Jika center line ke arah atas, mengisyaratkan sinyal buy, sebaliknya center line ke arah bawah mengisyaratkan sinyal sell.

c. Menggunakan parameter indikator RSI disesuaikan dengan time frame trading.

Umumnya parameter periode waktu default pada platform trading untuk tipe indikator tipe oscillator, baik RSI adalah 14. Sehingga periode 14 biasanya cocok untuk time frame daily, namun kurang akurat untuk time frame trading yang lebih rendah.

Menurut, pembuat indikator RSI, Welles Wilder, semakin kecil periode pengukuran maka semakin sensitif dan menyulitkan pengamatan namun semakin besar periode waktu maka semakin kurang sensitif dan mempengaruhi akurasi pengukuran.

Menentukkan trend menggunakan indikator RSI

Mengendal Indikator RSI (Relative Strength Index) dalam Trading
RSI merupakan salah satu indikator yang populer karena dapat digunakan untuk mengkonfirmasi pembentukan sebuah trend.

Jika sebuah trend akan terbentuk, maka indikator ini akan berada di atas atau di bawah skala 50.

Apabila kemungkinan uptrend, maka garis pasti berada di atas skala 50. Sementara jika kemungkinan downtrend, maka garis berada di bawah skala 50.

Namun untuk menghindari sinyal yang keliru, perlu menunggu garis menembus di bawah 50 untuk konfirmasi lebih lanjut pada trend yang terbentuk.

Dan jika RSI ternyata menembus di bawah 50, maka cukup sebagai konfirmasi bahwa downtrend benar-benar terbentuk.
Berikut artikel edukasi forex yang dapat membantu Anda memahami indikator RSI. Anda juga bisa membaca berita maupun analisa forex di Dullesworldtrade. Termasuk istilah-istilah trading seperti margin call, spread, candlestick, dan sebagainya.



Sumber: www.hsb.co.id

Artikel Terkait

Indikator Bollinger Bands dalam Forex Trading

Sebagai salah satu jenis indikator teknikal yang populer, Bo...

Mengenal Indikator Stochastic Oscillator dalam Trading

Indikator populer untuk kalangan trader ini mudah dimengerti...

Mengenal Indikator Ichimoku Kinko Hyo dalam Trading Forex

Saat menggunakan software trading MetaTrader 4 (MT 4), akan ...

Indikator Average True Range (ATR) dalam Trading Forex

Secara sederhana, Average True Range memiliki definisi sebag...

Pengertian Scalping dalam Trading Forex dan Fakta-faktanya

Scalping adalah sebuah strategi trading yang mencoba membuat...

Send Message