Menunggu Kesepakatan Stimulus AS, Penguatan Dollar Terhenti

Menunggu Kesepakatan Stimulus AS, Penguatan Dollar Terhenti

Selasa, 04 Agu 2020
Rebound dolar di awal bulan Agustus terhenti pada Selasa (04/08/2020), karena investor menimbang kemajuan yang lambat terkait kebijakan paket pengeluaran pemerintah AS, di tengah meningkatnya kematian akibat Covid-19.

Dolar AS mengalami bulan terburuk dalam satu dekade di bulan Juli, namun mulai mengalami kenaikan di Agustus, terdorong hingga $1.1695 per euro pada Senin, 1.8% di atas terendah dua tahun, minggu lalu.

Di perdagangan pagi di Asia, dolar AS berada di $1.1755 pada euro dan 93.574 terhadap beberapa mata uang, setelah menyentuh 93.997 yang dicapai pada Senin kemarin. Sementara itu, yen juga memulih setelah merugi semalam di 106.08 per dolar. Dolar Australia juga melunak 0.1% pada $0.7117 menjelang pertemuan Bank Sentral pada Selasa ini.

“Di titik ini, pertanyaan yang harus diputuskan pasar adalah: apakah hanya terkoreksi atau menghasilkan pengembalian yang pantas?” kata analis di ANZ Bank.

Manufaktur yang lebih baik dan pasar ekuitas kuat adalah pendorong yang layak. Namun bertentangan dengan kasus virus yang meningkat dengan cepat, likuiditas berlimpah dan rebound harga komoditas.” tulis mereka dalam sebuah catatan.

Presiden Fed Chicago Charles Evans mengulangi pertanyaan semalam bahwa bantuan berikutnya untuk ekonomi AS yang dilanda virus harus berasal dari kebijakan fiskal. Hal tersebutlah fokus utama pasar, dengan investor mengawasi kemajuan di Washington.

Demokrat di Kongres dan negosiator Gedung Putih pada hari Senin mengungkapkan bahwa kemajuan dalam pembicaraan tentang RUU bantuan Covid-19 terbaru. Meskipun tunjangan pengangguran berakhir $600 per minggu, merupakan titik yang sulit.

Ekspansi yang lebih baik dari perkiraan indeks manufaktur Institute for Supply Management AS juga positif untuk USD. Namun dengan peringatan karena output masih jauh di bawah tingkat pra-Covid-19 dan indeks kerja di bawah perkiraan, yaitu pada 44.3 masih kontraktif.

Kepala Strategi Internasional Deutsche Bank, Alan Ruskin, mengatakan, “Pemulihan tidak dapat dipercepat karena Covid-19 masih terkendali di segmen besar ekonomi besar. Sehingga mengharapkan lebih banyak kepekaan terhadap data bulan Agustus, setelah ‘bagian mudah’ dari rebound dari penguncian dilakukan.

Amerika Serikat memiliki minggu kedua berturut-turut infeksi melambat, namun minggu keempat berturut-turut terjadi peningkatan kematian.

Kasus di Eropa dan Melbourne, terbesar kedua di Australia mengumumkan jam malam serta pembatasan baru pada gerakan selama akhir pekan untuk mencoba dan menekan pandemi.

Hal ini memupus harapan bahwa Reserve Bank of Australia yang diharapkan lebih optimis pada prospek kebijakan kebijakan.

Kepala Penelitian di Broker Melbourne Pepperstone, Chris Weston, menganggap pembicaraan mengenai pemotongan suku bunga RBA tidak masuk akal, dan menyarankan dukungan terbaik untuk saat ini bukan pelonggaran kebijakan moneter, melainkan fiskal. Tidak mengharapkan Aussie tetap berada di bawah $0.7085 jika turun sejauh itu.

Di tempat lain, sterling memulih dari kerugian semalam, dan stabil di $1.3069 per dolar. Sementara itu dolar Selandia Baru naik tipis menjadi $0.6616.



Sumber: www.foreximf.com

Artikel Terkait

USD Stabil Menunggu Stimulus AS

Pada perdagangan hari Kamis (22/10/2020), USD terpantau stab...

AUD/USD Rebound Saat Penguatan Dolar AS Terhenti

Pasangan AUD/USD diperdagangkan pada kisaran 0.7044 antara a...

Menunggu Kesehatan Presiden Trump, Dollar AS Stabil

Dollar AS tampak stabil terhadap mata uang lain pada sesi pe...

Stimulus AS Tak Kunjung Jelas, Penguatan USD Tertahan

USD kesulitan mempertahankan kenaikan terhadap mata uang uta...

Dollar Melemah Jelang Pertemuan Kebijakan FED

Jelang pertemuan kebijakan FED, Dollar AS mengalami kerugian...

Send Message