Stimulus Masih Tak Jelas, Emas di Atas $1.900

Stimulus Masih Tak Jelas, Emas di Atas $1.900

Jumat, 16 Okt 2020
Ringkasan:
  • Emas bertahan di zona hijau selama dua hari berturut-turut pada hari Kamis (15/10/2020), di atas level kunci $1.900 per ons.
  • Ed Moya, analis OANDA di New York menyatakan bahwa emas bertengger di sekitar level $1.900 dan tampak siap berkonsolidasi hingga pemilihan presiden AS berlalu.
  • Emas AS untuk kontrak Desember ditutup pada$1.908.90 per ounce di Comex New York, naik $1.60, atau 0.1%, berpotensi naik hingga $1915-an.

Emas bertahan di zona hijau selama dua hari berturut-turut pada hari Kamis kemarin, di atas level kunci $1.900 per ounce, meski ada kebingungan terkait kesepakatan bantuan Covid-19 yang baru dari pemerintahan Trump.

Setelah Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, tanpa sadar memicu ledakan pasar keuangan pada hari Selasa lalu dengan meragukan kesepakatan tentang stimulus Covid-19 dalam waktu dekat dengan Nancy Pelosi. Lebih banyak pembicaraan muncul dari Gedung Putih dan Senat pada hari Kamis yang tak berlangsung.

Mnuchin memberikan wawancara melalui telepon ke CNBC pada hari Kamis, menegaskan kembali bahwa ia terbuka untuk melakukan kesepakatan sederhana dan ditargetkan dengan Pelosi, menyarankan pemindahan $300 M dari uang yang sebelumnya dialokasikan kepada orang Amerika yang membutuhkan. Ketua DPR, dengan alasan bahwa Presiden Trump mencari kemenangan simbolis menjelang pemilihan 3 November mendatang, daripada membantu orang miskin yang berjuang, telah menolak untuk setengah-setengah, berpegang pada paket $2.2 T yang diusulkan.

Trump yang menghadapi kandidat Demokrat, Joe Biden, mengulangi tawaran senilai $1.8 T dalam sebuah wawancara di Fox Business. Namun Pemimpin Mayoritas Senat dan sekutu utama Trump, Mitch McConnell, kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa ia hanya bisa mendapatkan suara untuk akun $500M, setelah pemilihan.

Meski harga emas berkali-kali naik, namun kinerja luar biasa emas tersebut juga karena dolar yang menguat.

Emas AS untuk kontrak Desember ditutup pada $1.908.90 per ounce di ComeX New York, naik $1.60, atau 0.1%. Pada hari Rabu lalu, emas Desember naik 0.7%, memulihkan beberapa kekuatan setelah penurunan 1.85 pada hari sebelumnya.

Spot emas, yang mencerminkan perdagangan real-time dalam bullion, naik 4.16, atau 0.2% pada $1905.82. Ed Moya, analis di OANDA di New York menyebutkan bahwa emas berada di level $1900 dan tampak siap berkonsolidasi hingga pemilu AS berlalu.

Selain itu, stimulus fiskal sebelum 3 November kemungkinannya kecil sehingga pemilu menghasilkan gelombang biru, rencana belanja infrastruktur Biden yang sangat negatif bagi dolar AS dan positif bagi emas.



Sumber: www.foreximf.com

Artikel Terkait

Stimulus AS Masih Tak Jelas, USD Naik

USD merayap naik pada sesi perdagangan Asia di Kamis (08/10/...

USD/JPY Tak Mampu Bullish Walau Menguat di Atas 106.00

USD/JPY diperdagangkan di atas 106.0 dan lebih tinggi Kamis ...

Harga Emas Kembali Rebound Ditengah Ragam Sentimen

Harga emas kembali rebound setelah sempat melemah dua hari s...

Pasangan Aussie Menguat di Atas 0.7300

Setelah bergerak tak terarah pada perdagangan Kamis kemarin,...

Fed Mengurangi Harapan Stimulus, Emas Terkoreksi

Harga emas terkoreksi ke level terendah dalam sepekan setela...

Send Message